Beragam Makanan Khas Turki Yang Harus Anda Ketahui

Beragam Makanan Khas Turki Yang Harus Anda Ketahui Beragam Makanan Khas Turki Yang Harus Anda Ketahui

Makanankecil.com – Turki dikenal sebagai negara penghasil kuliner-kuliner bercita rasa istimewa. Berkat masakan khas Turki yang jumlahnya sangat banyak dan rasanya enak-enak, Turki mendapat julukan sebagai surga kuliner bagi setiap wisatawan yang datang untuk berlibur. Kebanyakan makanan khas Turki juga dianggap cocok di lidah semua orang, terutama lidah penduduk Indonesia. Bahkan, tak jarang penduduk Eropa yang jatuh hati saat pertama kali menyuakan lidahnya pada salah satu kuliner khas Negeri Kebab itu.

Secara umum makanan dari Turki didominasi oleh bahan baku daging yang kemudian diimbangi dengan penggunaan beragam jenis sayur mayur dalam jumlah berlimpah. Bumbu yang dipakai juga mengandung cukup banyak rempah khas, sama seperti kuliner dari Indonesia dan India. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai makanan ringan khas Turki :

➢ 1. Menemen
Menghirup udara pagi yang segar di Turki akan lebih lengkap jika ditemani dengan sepiring menemen. Apa itu menemen? Menemen adalah makanan khas Turki yang biasa dijadikan menu sarapan oleh penduduk Turki. Menurut pantauan MakananOlehOleh lewat sejumlah situs, menemen juga mempunyai kesamaan dengan menu sarapan di negara lain yang rata-rata mengandung karbohidrat dan protein.

Menu sarapan orang Turki ini hampir sama dengan menu sarapan penduduk Amerika. Ada daging, roti, dan telur dalam sajiannya. Bedanya, di Turki bahan-bahan tersebut diberi bumbu rempah yang berlimpah. Lebih jelasnya, menemen menyajikan telur, daging yang mirip seperti sosis tapi rasanya pedas [diberi nama sucuk], dan pastirma [semacam dendeng sapi kering yang diiris tipis] yang kemudian diracik dengan bumbu lengkap dan beragam sayuran seperti tomat dan paprika hijau. Biasanya menemen dimakan bersama roti di mana menemennya dijadikan isian roti.

➢ 2. Roti Pide
Tampilan dari roti pide sangat mirip dengan pizza asal Italia. Kesamaan tersebut bisa dilihat dari paparan roti lebar yang pada permukaannya terdapat aneka topping seperti sosis, daging sapi, telur, dan masih banyak lagi. Jika membahas perbedaannya, kalau pizza adalah makanan yang mudah ditemui setiap hari, lain halnya dengan roti pide yang keberadaannya hanya pada saat bulan Ramadhan.

Roti pide dibuat dengan proses yang sama seperti pizza, yakni dipanggang. Bahan yang dipakai untuk membuat roti pide antara lain ragi instan, terigu, susu murni, minyak zaitun, dan air. Adonan roti yang sudah matang kemudian ditaburi biji nigela khas Turki dan juga yoghur yang kemudian diakhiri dengan pemberian topping. Sebagai informasi, makanan khas Turki satu ini termasuk ke dalam makanan pembuka karena cita rasanya yang ideal dengan hidangan pembuka.

➢ 3. Lahmacun
Seperti yang penulis katakan di awal, rata-rata makanan yang berasal dari Turki menggunakan bahan baku berupa daging. Yang satu ini, lahmacun, menjadi makanan yang identik dengan kuliner Turki yang berbahan utama daging. Dari segi tampilannya lahmacun juga mirip dengan pizza sehingga penduduk Turki tak jarang menyebut lahmacun sebagai pizza a la Turki. Daging yang dipakai untuk membuat lahmacun adalah daging sapi atau domba yang dicincang.

Penyajian lahmacun mirip dengan kebab di mana lahmacun diibaratkan seperti tatakannya atau rotinya yang dibentangkan. Sedangkan pada bagian permukaannya diletakkan berbagai macam sayur seperti irisan tomat, bawang, dan daun peterseli untuk kemudian digulung rotinya. Untuk menyantap lahmacun tidak perlu sendok atau garpu, tetapi hanya tangan saja karena makanan ini berbentuk gulungan sehingga praktis untuk disantap.

➢ 4. Simit
Setiap orang yang berkunjung ke Turki pasti menemukan pengalaman baru saat melakukan jelajah kuliner. Seperti ketika mengunjungi Istanbul, mereka akan mendapati cukup banyak penjual makanan khas Turki yang bentuknya mirip seperti donat dengan tampilan yang lebih menarik. Dikarenakan bentuknya yang menyerupai donat, orang-orang menjulukinya dengan donat Turki. Padahal, nama asli makanan tersebut adalah simit.

Simit adalah roti yang menyerupai bentuk donat namun dengan ukuran yang lebih besar. Tekstur dari simit juga lebih keras dibanding donat di negara-negara Eropa. Kue khas Turki ini sebetulnya tidak hanya berbentuk mirip donat, tapi ada juga yang bentuknya kotak atau bulat dengan ragam isian, semisal kacang dan cokelat. Simit biasanya dimakan oleh penduduk Turki saat musim dingin sebagai camilan.

➢ 5. Sarma
Negara-negara yang terletak di kawasan Timur Tengah biasanya mempunyai makanan yang juga bisa ditemukan di negara-negara tetangga lain yang masih dalam satu kawasan. Seperti di Turki, ada kuliner bernama sarma yang bisa juga didapati di negara-negara semenanjung Balkan lainnya, bahkan hingga ke Rusia. Sarma kalau di Indonesia mirip seperti botok, buntil, lemper, lepet, atau nagasari. Jadi bisa ditebak kalau sarma ini merujuk pada hidangan yang berbentuk bungkusan di mana yang dipakai untuk membungkus adalah sayuran.

Untuk sarma sendiri menggunakan bungkusan dari daun anggur. Daun anggur yang ukurannya cukup lebar dipakai untuk membungkus beragam isian, baik mengandung daging atau tidak. Adapun untuk isiannya biasa dibedakan dari jenis sarmanya, apakah yang mengandung daging atau tidak. Kalau berdaging, isiannya bisa berupa nasi, daging cincang, biji cemara, bawang merah, mentega, dan rempah-rempah. Sementara yang tidak berdaging rata-rata berisikan irisan sayur, buah, dan tak lupa rempahnya.

Baca Juga  : Panduan Resep Membuat Sandwich Telur dan Burger Daging

➢ 6. Hummus
Jika di Indonesia humus merujuk pada tanah yang sangat subur akibat lapukan daun dan batang pohon di hutan hujan tropis maka di Turki humus [atau hummus] merujuk pada makanan yang berasal dari Levant [atau Suriah, Lebanon, Yordania, Israel, dan Palestina] dengan tampilan yang sangat unik. Sekilas hummus tampak seperti bubur, saus cocol, mayones, atau selai. Sebenarnya, apa itu hummus?

Hummus adalah makanan khas Turki yang berasal dari negeri Syam yang memang tampilannya menyerupai selai yang dibuat dari kacang Arab yang digiling dan dicampur dengan tahini [atau wijen giling], minyak zaitun, air jeruk limau, bawang putih, dan garam. Menurut Wikipedia, hummus adalah makanan purba yang saat ini dikonsumsi secara luas di negara-negara Timur Tengah, termasuk Turki dan Afrika Utara.

➢ 7. Baklava
Selain makanan berat, Turki juga mempunyai kuliner berbentuk camilan yang biasa disantap oleh penduduknya untuk teman di perjalanan, saat belajar, mendengarkan musik, atau menikmati sunset di sore hari. Kuliner tersebut bernama baklava. Apa itu baklava? Baklava adalah makanan ringan yang begitu terkenal di Turki dan daerah-daerah yang pernah dikuasai oleh Kerajaan Ottoman [seperti Eropa Tenggara, Asia Barat, Afrika Utara, dan Tanduk Afrika].

Baklava telah ada sejak lama di mana hal tersebut diketahui dalam buku resep dari abad ke-14 yang ditemukan di Tiongkok [dalam buku tersebut baklava disebut dengan gullach]. Camilan sederhana ini terbuat dari dua bahan utama, yakni roti dan kacang sebagai isiannya. Kacang yang dipakai adalah kacang walnut atau pistache yang ditumbuk dan disiram gula atau madu untuk pemanis yang kemudian dibungkus dengan roti tipis.

➢ 8. Köfte
Kofte adalah makanan khas Turki yang saat ini bisa ditemukan di banyak negara. Penyebaran kofte disebabkan oleh penyebaran imigran asal Turki ke Eropa Barat hingga ke Belanda. Para imigran tersebut lantas menyumbangkan kuliner khas negaranya, Turki, ke tempat tinggalnya sekarang. Salah satu kuliner asal Turki yang dibawa adalah kofte. Dikarenakan cita rasa yang luar biasa, kofte kemudian dikenal makin luas hingga ke negara-negara lain.

Kofte sendiri merujuk pada makanan yang terbuat dari daging [campuran daging sapi dan kambing] yang digiling atau dicincang untuk diolah kembali menjadi bentuk seperti sate buntel khas Jogja, hamburget patty, atau bola. Penyajian kofte biasa dilakukan bersama saus dip yang juga berasam dari Turki. Untuk kita yang tinggal di Indonesia, kita bisa makan kofte tanpa harus terbang ke Negari Ottoman. Cukup mendatangi restoran yang menyajikan menu orisinil khas Turki, kita sudah bisa menikmati kofte bersama sausnya.

➢ 9. Tabouleh
Selain berbahan baku daging-dagingan, makanan khas Turki juga banyak yang mengandung sayur-sayuran, seperti tabouleh misalnya. Tabouleh adalah hidangan asal Turki yang berisikan banyak macam sayur. Jelas, kuliner satu ini bersifat menyehatkan apabila disantap rutin. Tabouleh memadukan aneka jenis sayur yang dicincang halus untuk kemudian dicampur dalam satu wadah dan dilanjut dengan pemberian bumbu.

Tabouleh [mempunyai asal kata “tabulah”] juga kerap disebut dengan salad Turki. Sayur yang biasa tersaji dalam satu porsi tabouleh antara lain tomat, bulgur, peterseli, dan daun mint. Untuk bumbu yang digunakan bisa berupa bawang merah dan bawang putih yang di-dressing dengan minyak zaitun, perasan lemon, dan garam. Sebagai informasi, tabouleh awalnya menjadi hidangan asal Suriah dan Lebanon yang kemudian dimodifikasi oleh masyarakat Turki. Itu artinya, tabouleh juga bisa didapati di negara-negara Timur Tengah lainnya.

➢ 10. Meze
Turki mempunyai banyak pilihan hidangan pembuka yang lezat-lezat, seperti meze salah satunya. Meze merupakan hidangan pembuka atau hidangan berporsi sedikit yang penyajiannya biasa ditemani dengan secangkir minuman [contohnya minuman beraroma adas manis seperti raki, ouzo, atau arak]. Meze sendiri mempunyai banyak jenis yang jumlahnya bahkan menginjak angka ratusan.

Salah satu dari sekian banyak jenis meze yang terkenal adalah dolma. Meze biasanya hadir dalam berbagai kelompok rasa, ada yang manis, asam, gurih, dan bahkan pedas. Sementara untuk bahannya meze dikelompokkan lagi menjadi meze berbahan daging sapi, kambing, ayam, ikan, sayur, buah, dan kacang-kacangan.