October 2020

Makanan Kecil Khas Betawi Makanan Kecil Khas Betawi

Resep Makanan Kecil Khas Betawi – Berikutnya kami akan memberi artikel terpercaya yang sudah kami ringkas dan buat seringan mungkin, agar bisa dibaca oleh segala kalangan,berikut mengenai resep makanan kecil khas Betawi.

Jajanan khas Betawi yang marak pada era 90an ini masih sangat digemari sampai sekarang. Dulu hingga sekarang jajanan ini sering diperjual belikan oleh pedagang asongan maupun pedagang kaki lima di Jakarta maupun sekitarnya.

Bedanya, dulu jajanan ini sangat menjamur di jalanan Jakarta. Namun kini, jajanan khas Betawi ini hanya diperjual belikan di tempat-tempat tertentu. Meskipun begitu, jajanan ini masih menjadi favorit seluruh kalangan masyarakat Betawi lho.

Apa saja jajanan khas Betawi yang dimaksud? Simak langsung di daftar berikut ini.
1. Selendang Mayang.

Jajanan satu ini sekarang mulai sulit didapati di jalanan. Es selendang mayang biasanya dikonsumsi selain untuk meredakan haus akibat terpaan sinar matahari. Es ini dapat mengurangi rasa lapar pada waktu-waktu tertentu karena dibuat dari bahan dasar tepung beras yang lumayan berisi dan mengenyangkan.
2. Putu Mayang.

Putu Mayang merupakan warisan kuliner betawi yang kerap disantap sebagai makanan pengganjal perut. Putu Mayang mempunyai ciri khas yakni, cita rasa manis dengan tekstur yang kenyal dan penampilan cantik yang berwarna-warni.

Jajanan ini terbuat dari bahan baku utama berupa tepung beras, santan kelapa dan gula merah. Penyajian Putu Mayang biasanya dengan kuah gula merah. Saat ini penjual Putu Mayang masih eksis di Jakarta. Biasanya para penjualnya menggunakan gerobak untuk berkeliling.
3. Roti Gambang.

Roti ini umumnya berwarna cokelat, rasanya manis dan ada taburan wijen di bagian atasnya. Hidangan ini sangat cocok untuk disajikan bersama secangkir teh manis atau kopi hangat. Roti gambang ini rasanya enak, garing diluar tapi lembut di dalam.

Teksturnya beremah beraromakan kayu manis. Dan pemanis alami dari gula merah atau gula aren yang membuat cita rasa yang pas untuk lidah warga betawi. Jajanan ini bisa dijumpai ditukang roti tradisional yang berjualan dengan gerobak dorong di jalanan Jakarta tapi memang hanya di daerah-daerah tertentu saja.

Baca Juga:Makanan Kecil berbahan Dasar Singkong

4. Kue Leker.

Kue Leker sebenarnya bentuk adaptasi masyarakat Betawi terhadap kue yang populer di meja makan penjajah saat itu yaitu Crepes. Konon kata Leker berasal dari bahasa Belanda yang artinya enak.
Kue yang menjadi hidangan makanan enak pada masa itu dimodifikasi sehingga menjadi kue leker dan menjadi kue khas Betawi. Kue yang berbentuk garing ini dengan aneka isian di dalamnya sering dijajakan dekat sekolah-sekolah sehingga kebanyakan dari penikmat kue ini adalah kalangan anak kecil.

Makanan Kecil berbahan Dasar Singkong Makanan Kecil berbahan Dasar Singkong

Makanan Kecil berbahan Dasar Singkong – Bagi anda para pecinta makanan berbahan dasar singkong dapat mencoba makanan-makanan ini.  Berikut ini merupakan artikel yang membhas tentang makanan ringan yang berrbahan dasar singkong yang wajib anda coba.

Merdeka.com – Singkong merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia. Tanaman singkong ini banyak tumbuh di daerah tropis seperti Afrika dan Asia Tenggara. Dalam perkembangannya kini kamu bisa mengonsumsi singkong bukan saja hanya direbus atau digoreng, melainkan dalam berbagai macam makanan.

Kandungan karbohidrat yang tinggi dalam singkong menjadikan siapapun yang mengonsumsinya akan merasakan kenyang yang sama saat mengonsumsi nasi. Namun singkong terkenal memiliki kandungan serat yang cukup tinggi sehingga baik untuk pencernaan.

1. Combro dan Misro

Kreasi makanan dari singkong yang pertama adalah combro dan misro. Combro merupakan singkatan dari bahasa sunda dari oncom di jero yang artinya oncom di dalam. Sedangkan misro merupakan singkatan dari amis di jero yang artinya manis di dalam.

Kuliner khas Jawa Barat ini terbuat dari parutan kasar singkong yang kemudian diisi dengan oncom di dalamnya dan digoreng. Jika combro berisikan oncom, sedangkan misro berisikan gula merah.

Baca Juga :Makanan Kecil dari Olahan Beras

2. Tiwul

Tiwul merupakan kreasi makanan dari singkong yang berasal dari Gunungkidul. Tiwul terbuat dari tepung gaplek, yaitu singkong yang dikeringkan lalu ditumbuk. Kuliner khas nusantara ini mempunyai cita rasa manis khas singkong dengan warna kecokelatan.

Biasanya tiwul juga bisa disajikan sebagai makanan pengganti nasi. Selain daerah Gunungkidul, masyarakat Wonosobo, Wonogiri, Pacitan dan Blitar juga mengonsumsi makanan ini sehari-hari. Saat ini di beberapa supermarket sudah menjual varian tiwul instan.

3. Lemet

Kreasi makanan dari singkong berikutnya adalah Jajanan tradisional lemet singkong. Jajanan ini berbahan dasar parutan singkong, kelapa dan gula pada pembuatannya.

Makanan ini memiliki tekstur yang kenyal dengan perpaduan rasa manis yang berasal dari gula merah. Bentuknya seperti lontong yang dibungkus dengan daun pisang namun tanpa sematan lidi dan berbentuk lebih kecil jika dibandingkan lontong.

Makanan Kecil dari Olahan Beras Makanan Kecil dari Olahan Beras

Makanan Kecil dari Olahan Beras – Berikut ini merupakan makanan-makanan kecil yang diolah dari beras yang wajib anda coba jika menemkannya.

Nasi sudah sangat lekat di kehidupan masyarakat Indonesia sebagai salah satu makanan pokok. Tidak bisa terpisahkan, bahkan ada ungkapan yang menyatakan bahwa ‘kalau belum makan nasi, belum makan namanya.’ Sebegitu eratnya nasi dalam keseharian masyarakat memang sebanding dengan penghasilan utama masyarakat yang lebih banyak berasal dari sektor pertanian. Indonesia memang lumbung padi, begitulah adanya.

Selain nasi, masyarakat Indonesia memiliki kearifan tersendiri dalam mengolah beras sebagai bahan makanan yang luar biasa. Masing – masing daerah memiliki cara yang khas dalam menciptakan kuliner yang enak dan menjadi warisan nusantara. Berbahan dasar beras, makanan – makanan ini bisa menjadi pengganti nasi dalam menyuplai kebutuhan kalori kita sehari – hari Beberapa diantaranya yang bisa dirangkum Tim GNFI adalah sebagai berikut.

1. Ketupat

Adalah jenis olahan beras yang bisa ditemui di seluruh Indonesia. Sebutan lainnya di beberapa daerah adalah Kupat (Sunda) dan Tipat (Bali), Topat (Sasak), Katupat (Banjar) dan sebagainya. Ketupat dibuat dengan cara beras dibungkus dengan anyaman dari daun kelapa muda (janur) yang dibentuk sedemikian rupa. Ada yang bersudut tujuh (kepal), ada pula yang bersudut enam (jajar genjang). Ketupat biasanya dihidangkan dalam acara – acara besar umat Islam seperti Lebaran. Ketupat biasa dihidangkan untuk menyertai berbagai macam makanan seperti lotek, gado – gado, sate dan sebagainya.

2. Buras

Berasal dari Makassar, buras atau burasa adalah jenis olahan nasi yang memiliki rasa gurih dan aroma yang khas. Hal ini dikarenakan cara pembuatannya yang cukup menarik. Beras diaron bersama santan dan bumbu lainnya, lalu dibungkus dengan daun pisang dan dibentuk persegi agak pipih serta diikat dengan tali. Bungkusan tersebut kemudian direbus hingga benar – benar matang. Rasanya, jangan ditanya. Enak dan gurih, sangat pas untuk melengkapi semangkuk Coto Makassar.

3. Lontong

Berkembang di Jawa, lontong adalah salah satu jenis olahan nasi yang memiliki banyak varian dan paling mudah ditemukan. Cara pembuatannya cukup sederhana. Beras yang dibungkus dengan daun pisang kemudian dikukus selama beberapa jam hingga benar – benar matang. Aromanya khas karena dibungkus dengan daun pisang, serta kadang berwarna hijau di bagian luar serta putih di bagian tengahnya. Di berbagai daerah, lontong disajikan dengan berbagai lauk pendamping dan memiliki nama tersendiri, mulai dari lontong sayur, lontong balap, lontong cap go meh dan lain – lain.

Baca Juga :Menu Makanan Penutup yang Sering Disajikan

4. Lepet

Orang Sunda menyebutnya Lepeut, sementara di beberapa daerah di Sumatera mengenalnya sebagai Lepat. Lepet adalah sejenis makanan yang terbuat dari beras ketan. Bentuknya hampir mirip dengan lontong, namun tidak berwarna hijau sebab lepet dibungkus dengan daun kelapa muda. Selain itu, lepet memiliki isian dan cara pembuatan yang berbeda. Beras ketan dikukus lalu dicampur bersama santan, daun pandan dan garam.

Campuran ini diaron lalu ditambahkan kacang tanah dan kelapa parut dan dibungkus dengan daun kelapa muda. Bungkusan tersebut berbentuk silinder memanjang dan diikat dengan tali. Di Sumatera, Lepat berisi campuran gula aren dan kelapa parut serta dibungkus dengan daun pisang.